Toba Caldera World Music Festival 2018 Bertema 'Celebrating the Earth'

#SakinahMenulis-Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2018 adalah inisiatif kegiatan dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata Danau Toba secara komprehensif kepada masyarakat di Sumatera Utara, Indonesia dan dunia. TCWMF 2018 ini akan berlangsung pada Kamis tanggal 18 Oktober 2018 bertempat di TB Silalahi Center, Balige, Kabupaten Toba Samosir (TOBASA). Agenda kegiatan selama satu hari ini diisi dengan berbagai eksebisi kepariwisataan, workshop musik dengan melibatkan para siswa dan musisi tempatan, dan konser music.

www.kinamariz.com
TCMWF 2018 -ist
Director of TCWMF 2018 Irwansyah Harahap menuturkan, festival ini sejalan dengan beberapa momentum penting di seputar wilayah Danau Toba pada tahun 2018 ini. Diantaranya, kunjungan asesor dari UNESCO ke Danau Toba dalam rangka pengajuan Geopark Kaldera Toba menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG). Pertemuan para Geologist dunia di Samosir pada bulan lalu yang mendeklarasikan bahwa 'Kadera Toba menjadi pusat studi kaldera dunia'. Pertemuan tingkat dunia 'An Annual Meetings of International Monetary-World Bank Group' di Bali Indonesia, dan terbukanya jaringan transportasi penerbangan dari beberapa kota di Asia Tenggara ke bandara Sisingamangaraja di Silangit TAPUT.

“Kegiatan festival ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kawasan destinasi kaldera Toba dengan tourism branding yang baru lewat pertunjukan musik bergenre World Music. Bertema 'Celebrating the Earth: Merayakan Bumi'," kata Irwansyah Harahap, Selasa (16/10/2018).

Dijelaskan Irwansyah Harahap, narasi besar terbentuknya kawasan Danau Toba secara geologis-historis terjadi dalam tiga kurun waktu. Dimana letusan gunung Toba yang pertama/tertua (oldest Toba tuff) terjadi lebihkurang 840 ribu tahun lalu membentuk kaldera Porsea; sesudah itu diikuti letusan kedua (middle Toba tuff) lebihkurang 501 ribu tahun lalu membentuk kaldera Haranggaol; dan diakhiri dengan letusan termuda (youngest Toba tuff) lebihkurang 74 ribu tahun membentuk kaldera raksasa Sibadung/Sibandang.

"Dengan kata lain, Danau Toba adalah sebuah kaldera gunung api yang terbentuk akibat suatu letusan super dahsyat (super volcano) dan menjadikan situs danau kaldera ini memiliki nilai warisan dunia (geoheritage). Inilah yang menjadi spirit sekaligus alasan dan landasan kenapa kita membawa gagasan festival ini,” jelas pemusik yang juga Budayawan yang karyanya sudah Go-International ini.

www.kinamariz.com
TCMWF 2018 -ist
Sementara itu, Rithaony Hutajulu sebagai co-director festival menyampaikan, bahwa dalam festival ini hanya menghadirkan empat kelompok musisi dari wilayah Indonesia. Kelompok musisi yang terlibat adalah Suarasama: Irwansyah Harahap; Ayu Laksmi (Svara Semesta); Trio UDW (Ubiet, Dian and Windy); dan Mataniari, yang telah memiliki reputasi pentas baik di dalam maupun di luar negeri. “Kita baru saja memulainya, mudah-mudahan ke depan dapat berlanjut agar para musisi ‘world music’ dari dalam dan luar negeri juga bisa meramaikan festival ini.

Hajatan festival ini dilaksanakan oleh lembaga Rumah Musik Suarasama dan sepenuhnyadidukung oleh lembaga Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan Kementrian Pariwisata RI dan diorganisir oleh CV Citra Sopo Utama Balige, Toba Samosir. Sebagaimana yang dikatakan oleh Basar Simanjuntak (Direktur Pemasaran BPOPDT). “Dengan festival ini, kami ingin mempromosikan sekaligus mengundang para pendatang baik dari dalam dan luar negeri, khususnya kawasan di Asia Tenggara untuk datang ke Danau Toba. Kita juga berharap para delegasi IMF dan WB yang saat ini sedang mengadakan pertemuan di Bali akan datang berkunjung ke wilayah ini," pungkasnya.

Info Ini Hanya Dibagikan Ulang oleh : Sakinah Annisa Mariz
(Event di atas sepenuhnya tanggung jawab panitia Caldera Toba World Music Festival 2018)

2 comments

  1. Silahkan untuk berkomentar, namun ingat ya link hidup tidak diperkenankan diletak sembarangan di sini. Insya Allah saya siap kok blog walking tanpa harus nempel-nempel backlink. Ok. Thanks

    ReplyDelete
  2. Festival seperti ini memang sangat dibutuhkan untuk mempromosikan daerah-daerah wisata yang ada diseluruh pelosok Indonesia.
    Keren Danau Toba.

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital