Ingin Wakaf Tak Perlu Tunggu Tajir Melintir, PRUSyariah Ada Solusinya!


#SakinahMenulis-Terkadang saya sering iri pada semut yang tak pernah bersendiri. Ketika sebutir gula jatuh ke lantai, maka itu menjadi rezeki keluarga semut. Belum pernah saya melihat semut melahap rezekinya sendirian. Maka tak heran, bila Anda membunuh satu semut, akan datang semut-semut lainnya menyerang, meski resikonya harus tewas juga. Persaudaraan antar sesama semut ini sangatlah erat. Bila berjumpa saling sapa, bila bekerja saling bantu, dan bila ada rezeki mereka selalu berbagi. Sungguh sifat terpuji yang patut diteladani.

Sifat semut yang selalu berbagi ini menjadi ajaib bila dilakukan oleh manusia. Ajaibnya terletak pada keberkahannya. Saya teringat pada kisah masa kecil, dimana Ibu saya yang bekerja sebagai Guru PNS yang pernah ditugaskan di Desa Terpencil. Namanya Karang Gading, berada di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Ibu akhirnya memutuskan untuk kami sekeluarga pindah kesana, karena jarak tempuh rumah di kota dan sekolah tempatnya bekerja cukup jauh. Melelahkan sekali dan boros ongkos untuk pulang pergi. Maka sejak adik saya yang paling kecil berusia setahun, kami mandah ke Karang Gading. Ternyata kepindahan kami dari Kota Medan ke Desa Karang Gading membawa banyak kisah masa kecil yang menyenangkan bagi saya. Saya yang dulunya bersekolah SD sudah mengenal internet dan mahir mengoperasikan komputer, kini harus berhadapan dengan sekolah yang bahkan tidak punya aliran listrik. Jika di kota saya bebas jajan ke Supermarket, di desa saat itu, bahkan untuk membeli kudapan seperti Pecal dan Pisang Goreng saja harus menunggu musim panen. Karena kata penjualnya, di masa tanam, orang-orang kantongnya ikut paceklik. Jadi pasti lebih banyak yang berhutang daripada membeli. Karena itu kami harus membuat panganan sendiri, tak ada Warkop, Warteg, apalagi Supermarket.

Hidup di kondisi kontras ini pernah membuat saya tidak betah sekali. Rupa-rupanya suatu hari rumah saya dikunjungi teman-teman sebaya. Kami bertetangga sekaligus satu sekolah, mereka mengajak saya untuk datang ke acara Among-Among (Selamatan). Acara ini biasa dilakukan jika ada doa yang terkabul atau berharap dikabulkan. Biasanya orang yang sembuh dari sakit, melahirkan, akan menikah, sehabis sunat, panen dan lainnya. Sepiring bubur merah putih disajikan untuk dimakan bersama usai berdoa. Kemudian untuk dibawa pulang ada nasi urap dengan lauk telur rebus, tempe goreng, ikan asin goreng tepung, sesendok sambal, dan kerupuk merah. Bungkusan among-among ini wajib dibagikan kepada seluruh tetangga dari ujung ke ujung, bahkan ada yang hadir dari kampung seberang. Semuanya duduk bersama, menyendok bubur nasi merah putih dengan sendok daun yang dilipat dua, lalu doa bersama dengan akur dan khidmat. Semua tertawa bahagia, yang empunya hajatan juga berganti-ganti. Hari ini di rumah si A, esoknya di rumah si X. Intinya mereka terbiasa membagi rezekinya sehingga tak ada tetangga yang kekurangan. Semua bisa hidup berdampingan dengan layak. Maka sejak pertama kalinya dalam hidup saya ikut acara Among-Among itu, saya mengubah pendapat tentang Karang Gading. Bagi saya, tempat ini mengajarkan kehidupan dimana orang-orang saling peduli, selalu berbagi, dan sifat kasih sayang ini menjadikan semuanya berarti.

Berwakaf Tak Harus Menunggu Kaya Raya, Yuk Jalanin Bareng Prudential PRUSyariah
H Ahmad menjelaskan hakikat Wakaf
www.kinamariz.com
Nabi Muhammad, Rasulullah SAW berpesan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Sedekah jariyah ini banyak bentuknya, salah satunya wakaf. Tentang wakaf ini saya dengar dalam peluncuran Program Wakaf milik PRUSyariah dari Prudential Indonesia, bertempat di Taipan Restaurant Capital Building Medan, pada Selasa (12/02/2019) lalu. Hadir sebagai pembicara, Anggota Dewan Pengawas Syariah Prudential Indonesia Bapak H Ahmad Nuryadi Asmawi LLB MA. Selain itu, hadir Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Ibu Nini Sumohandoyo.

Dituturkan H Ahmad Nuryadi Asmawi LLB MA, wakaf berasal dari akar kata Qiif yang artinya memberhentikan. Maksudnya memberhentikan kepemilikan kita dari suatu benda, untuk kemudian menjadi milik bersama dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. Wakaf ini berbeda dengan sedekah yang hanya sekedar membagikan apa yang kita miliki kepada orang lain, namun wakaf mengharuskan keberlanjutan manfaat yang akan dinikmati orang banyak secara kontinyu. Maka dalam konteks ini, wakaf bisa berbentuk pembangunan fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit.

"Selama fasilitas tersebut dimanfaatkan, pahala wakaf tidak terputus. Kini wakaf dapat juga berupa uang (Cash Waqf) seperti melalui manfaat asuransi dana manfaat investasi dari polis asuransi jiwa syariah," tutur H Ahmad di sela-sela peluncuran program Wakaf PRUSyariah dari Prudential Indonesia.

H Ahmad menjelaskan hakikat Wakaf
www.kinamariz.com
H Ahmad menambahkan, program wakaf ini sejalan dengan Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah, yang membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk asuransi. Sebab itu, dana wakaf tak bisa dikelola sembarangan karena ada kontinuitas dan kebermanfaatan yang harus selalu terjaga dan berkesinambungan. "Pengelolaan dana wakaf secara profesional sangat penting untuk memastikan nilai harta wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Prudential Indonesia bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau Nazhir yang terpercaya yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI). Nantinya, Nasabah dapat memilih nazhir diantara ketiga lembaga tersebut," lanjutnya.

Mudahnya Berwakaf dengan Program Wakaf PRUSyariah dari Prudential Indonesia
Sementara itu Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Ibu Nini Sumohandoyo menjelaskan bahwa Program Wakaf PRUSyariah merupakan wujud dari komitmen peduli Prudential yang baru yaitu 'We DO Good' berarti 'Kami Mewujudkan Kebajikan'.


Ibu Nini menjelaskan Program Wakaf PRUSyariah
www.kinamariz.com
"Program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantunya mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Program ini juga melengkapi serangkaian produk dan layanan asuransi berbasis Syariah yang komprehensif dari Prudential," katanya.

Program WAKAF PRUSyariah memiliki 3 pilihan :
1. Pilihan Pertama, Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia
  • Mewakafkan sampai dengan 45%. Berlaku untuk pengajuan polis baru produk PRUlink Syariah Generasi Baru (PSGB) dan PRUlink Syariah Investor Account (PSIA), serta polis existing PRUlink Syariah Assurance Account (PSAA), PSIA dan PSGB.
  • Mewakafkan sampai dengan 95%. Berlaku untuk pengajuan polis baru PSGB dan PSIA dengan syarat peserta masih memiliki polis existing (konvensional dan/atau Syariah) yang masih aktif.

2. Pilihan Kedua, Wakaf Nilai Tunai, yaitu mewakafkan dengan maksimal 1/3 dari jumlah NIlai Tunai yang terbentuk ketika peserta yang diasuransikan meningggal dunia (jika ada). Berlaku untuk pengajuan polis produk PSGB dab PSIA, serta polis existing PSAA, PSIA dan PSGB.

3. Pilihan Ketiga, Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia dan Nilai Tunai, mewakafkan dengan Santunan Asuransi Manfaat Meninggal Dunia (sampai dengan 45% atau 95%) dan Nilai Tunai (maksimal 1/3:. Ketentuan meliputi pilihan 1 dan 2.

Lebih lanjut, Ibu Nini menyampaikan program Wakaf fokus pada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya. "Kami punya Slogan 'Selalu Berbagi, Selamanya Berarti', ini mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi. Program Wakaf menjadi bagian dari komitmen kami untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini," sambungnya. Lengkapnya boleh baca ke Prudential Wakaf

Ibu Nini menjelaskan ke Bapak H Ahmad di Program Wakaf PRUSyariah
www.kinamariz.com
Perlu diketahui, Ibu Nini melanjutkan, bahwa Badan Wakaf Indonesia (BWI) menghitung, tanah seluas 2.700 Kilometer Persegi di lebih dari 366.000 lokasi telah diwakafkan oleh masyarakat. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp180 trilliun per tahun. "Jadi dengan ada Program Wakaf PRUSyariah ini bisa menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar. Untuk itu, Prudential Indonesia sudah melatih lebih dari 9.000 tenaga pemasar dan masyarakat sejak periode 17-28 Januari 2019 dan mendapat rekor MURI untuk kategori 'Sosialisasi Wakaf Asuransi Peserta Terbanyak'. Ini penting karena Indonesia salah satu dari 20 negara dengan aktivitas ekonomi terbesar di dunia," pungkasnya.
Foto Bersama Bloggers dan Awak Media Program Wakaf PRUSyariah
www.kinamariz.com

Ditulis oleh Sakinah Annisa Mariz

29 comments

  1. Silahkan untuk berkomentar, namun ingat ya link hidup tidak diperkenankan diletak sembarangan di sini. Insya Allah saya siap kok blog walking tanpa harus nempel-nempel backlink. Ok. Thanks

    ReplyDelete
  2. Seneng bgt baca info wakaf ini, ternyata ga repot dan ga perlu nunggu kita tajir ya tuk berwakaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Uci, iya, intinya sih jangan menunggu kaya raya untuk berbagi. Sentuhan kecil bisa sangat berarti. Demikian ya mbak

      Delete
  3. Seneng bisa jadi bagian dari Prudential karena aku pakai dua produk dari mereka. Tapi khusus waqaf ini, apakah namanya untuk Prudential atau pribadi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena wakaf itu sifatnya pribadi bang, jadi (sepemahamanku) nanti pemberkasannya juga nama pemegang polis tsb. Misal abang sudah punya polis Syariah, nanti dia pembayarannya dari pembayaran premi polis abang itu, Jadi bukan dua kali bayar, tapi preminya dibagi berapa untuk diwakafkan. Gitu bang. Lengkapnya boleh cek ke Prudential dot co dot id bang
      Link ada di tulisan ya bang. Thanks

      Delete
  4. Senang karena dapat pemahaman baru soal wakaf dari produk asuransi begini ya, Kina. Insya Allah jadi ladang amal kita... Aamiin. Aku tertarik juga dengan produk ini dan pingin pelajari lagi lebih lanjut sebelum memutuskan ambil :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak, dipelajari dulu ya kak supaya bias tahu produk apa yang terbaik dan cocok buat kita

      Delete
  5. awaq sama sekali buta tentang asuransi secara yang berpenghasilan cuma paksu, ntah knp awq pun skrg udah terdaftar jg dari kntor dia bnyk manfaat ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, zaman sekarang kita harus diproteksi ya kak. Syukurlah kalua sudah ikutan asuransi, apalagi di Prudential bias sambil berwakaf. Nambah pahala dan amal jariyah kak

      Delete
  6. Aduh judulnya itu menohok sekali momkin��

    Semoga Allah mudahkan dan berkahi rezeki kita semua yaa.. Oia, dah gampang sekali skrg zakat dan wakaf ini ya, udah ada wadahnya, tinghal kita nya aja yang jalanin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya kak. Kadang kita suka menunda-nunda melakukan hal baik. Padahal umur siapa yg tahu ya kak (self reminder) betul kak. Semangat mom

      Delete
  7. Jadi asyk ya kalau wakaf... Lebih mudah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mom, semudah ikut polis dan dapat manfaat lebih. Premi tetap bisa beramal juga

      Delete
  8. judulnya.. duh.. bener banget. skrng pruden makin banyak ya programnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh ngiler banget pengen ikutan kan mom. Iya apalagi manfaatnya bisa terasa sampai akhirat nanti. Semoga bermanfaat ya mom

      Delete
  9. Suka duka hidup di pedesaan ya dek, kk pun dulu gitu pas pindah ke tempat suami, Alhamdulillah betah 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pertama-tama tinggal di kampung pasti perlu penyesuaian dulu ya kak. Iya, sekarang sudah dewasa malah rindu tinggal di kampung. Tapi kampung yg kenceng sinyal internet. Yes..hehe

      Delete
  10. Potensi wakaf luar biasa ya mak. Dan asuransi prudential juga berinovasi untuk mendukung program wakaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Lisdha. Jadi kita bisa berbagi dengan terus mendapat pahala kebaikan dan orang banyak bisa mendapat manfaatnyabterus menerus. Inovasi terbaiqq

      Delete
  11. Weiss...among-among ya kan...pas pulang biasanya pasti bilang..."kabul hajateeee"��

    Ah, jadi ingat masa kecil��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Di tempat kakak rupanya pun kalimatnya Kabul Hajate ya kak. Iya. Sampai sekarang jadi kebiasaan juga bikin acara ini. Rasanya kok senang aja bisa makan bareng2

      Delete
  12. Salah satu cara mengingatkan diri tuk wakaf juga ya kan.. peduli yg lain juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak. Kadang suka merasa nanti aja ah, nanti dulu. Ternyata sudah ada solusinya

      Delete
  13. Keren banget ya programnya Prudential, bener2 inovasi yang memudahkan kita dalam hal mengelola financial baik untuk di dunia, maupun bekal di akhirat nanti.
    Keren dehh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Rey, sekarang mau beramal jadi lebih mudah ya kak

      Delete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital