Resensi Buku : Titik Nol Agustinus Wibowo, Perjalanan Menciptakan Makna


#SakinahMenulis-                          RESENSI BUKU
Judul     : Titik Nol
Penulis  : Agustinus Wibowo
Tebal     : xii, 556 hal
Ukuran  : 13,5 mm × 20 cm
Jenis     : Travel Note - Jurnalisme Sastrawi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN     : 978-979-22-9271-8
Cetakan : ke-7, Februari 2017
Harga    : Rp.137.500,-

Titik Nol Agustinus Wibowo, Ketika Perjalanan Menciptakan Makna

"Perjalananku bukan perjalananmu," lalu "Perjalananku adalah perjalananmu," demikian tertulis samar di cover depan buku best seller dari penulis sekaligus jurnalis internasional, Agustinus Wibowo. Buku ini menceritakan awal mula perjalanan Ming, nama kecil Agustinus Wibowo, yang bermimpi menjadi pejalan yang menempuh misi hidupnya ke berbagai penjuru dunia. 

Dalam buku ini, Ming membagi perannya dalam 4 bab besar. Bab pertama berjudul Penantian. Bab kedua berjudul Safarnama dengan 6 sub bab tersendiri. Bab ketiga berjudul Pulang dan Bab terakhir adalah Akhir Sebuah Jalan. Masing-masing bab diikat dengan 1 benang merah, yaitu momen dimana Ming menemani Ibunya di detik-detik terakhir. Mama, demikian Ming memanggil, sudah bertahun-tahun mengidap kanker di perutnya. Hari-hari merawat Mama dalam segala kesakitannya jadi momen penting dalam cerita kepulangan Ming ke tanah air.

Dalam buku ini, Ming membawa pembaca pada fase dimana dia dibesarkan, bagaimana dia bersekolah, hingga keputusan terbesarnya menjadi seorang pejalan. Perjalanannya kuliah ke Beijing, mengobarkan kembali cita-cita yang amat lama mengendap di jiwa Ming, Terlahir untuk Mengembara. Berangkat dari keluarga Budha yang religius, Ming sangat terilhami dari ajaran Bhiksu Tong Sam Chong untuk berkelana. Karenanya, di awal perjalanannya Ming menyebut Safarnama. Kumpulan mimpi si petualang yang berkhayal melintasi Capetown hingga ke Himalaya, buku ini Ming tulis dengan menceritakan kisahnya yang asyik dan khidmat.

Di bagian tertentu, Ming menyelipkan sedikit romansa dan kisah-kisah orisinil miliknya yang lucu, sedih, bahkan tak sedikit memalukan. Ada adegan dimana Ming harus ke toilet umum yang tak punya penutup pintu, kisah lucu saat Ming berhasil menyusup dengan mengaku mahasiswa dari China, ada pula hal-hal perih yang harus dialaminya sebatangkara seperti saat dirinya terkena Hepatitis, meliput berita di daerah konflik, hingga terperangkap di negara terisolir. Buku Titik Nol adalah kumpulan dari pelajaran - perjalanan panjang Ming melintasi benua dan berjumpa dengan segala bentuk ragam budaya manusia.

Tak melulu bercerita, buku ini juga menyelipkan foto-foto perjalanan Ming dengan amat apik. Sebagai Jurnalis Internasional yang bisa mengusai banyak bahasa, Agustinus Wibowo cukup lihai memberikan sentuhan otentik di foto-fotonya. Setiap foto yang disusun dalam tiap babnya bercerita banyak, menguatkan kisah perjalanannya serta menjadikan perjalanan tersebut hidup dan berkesan. Tak heran dia memberikan kalimat bahwa perjalananku adalah perjalananmu sebab pembaca ikut hanyut dalam derap langkah Ming menyusuri tiap negara.

Ming yang jenius, menggambarkan dirinya dalam profil sederhana. Pertemuannya dengan seorang perempuan traveller dunia, Lam Li, juga disuguhkan sebagai bagian paling berkesan. Sosok Ming yang mungil dan gesit, serta Lam Li yang kokoh dan hangat, membuat kisah sepasang pejalan ini semakin indah di beberapa bagian. Jangan ditanya sisi romantisnya dimana, sebab Ming menuliskan tokohnya amat halus dan merendah. Perjalanannya amat sangat jauh, Ming juga bertemu dengan amat banyak orang. Maka setiap tokoh Ming punya nama, punya ceritanya sendiri-sendiri.

Pengalaman Ming berjumpa dengan penduduk lokal, bertahan hidup dalam situasi yang paling mencekam, bagi Ming bukan apa-apa selain posisinya sebagai anak tertua dalam kondisi keluarga yang sedang di ujung tanduk (Mama sakit keras dan Papa sakit). Ming yang merasa terisi penuh oleh kekayaan pengalaman batin itu, sering kali merasa kembali nol saat sudah berjumpa dengan "rumah". Namun dimanakah sebenarnya "rumah"? Ming mengajak pembacanya untuk tidak berhenti mencari.



Ditulis oleh : Sakinah Annisa Mariz

1 comment

  1. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar di blog saya. Blogwalking siap meluncur!

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital