Cara Aman Memasak dengan Panci Presto


#SakinahMenulis-Dapur modern makin akrab dengan berbagai sentuhan peralatan memasak yang futuristik dan menghemat waktu. Salah satunya adalah keberadaan panci presto (pressure cooker) yang sedang hits di kalangan ibu-ibu millenials. Meski secara waktu lebih praktis, ternyata memasak dengan panci presto juga punya kiat aman tersendiri, mengingat panci ini didesain super, sehingga uap panas dan tekanan yang dihasilkannya dua kali lebih besar dari panci biasa.

Komponen Panci Presto
Perlu diingat, setiap panci presto dari brand tertentu punya spesifikasi khusus. Saat membeli, pastikan membaca panduan penggunaan panci terlebih dahulu untuk meminimalisir kita dari hal-hal yang tak diinginkan. Rumornya, panci presto ini sering ditakuti karena daya tekanannya bisa meledak. Padahal jika digunakan dengan benar dan tepat, panci presto sangat membantu kita saat memasak.

Adapun setiap komponen panci memiliiki fungsinya tersendiri. Yang paling penting diperhatikan sebelum memasak adalah mengecek komponen tersebut apakah sudah terpasang dengan benar. Jangan biarkan karet penutup panci (gasket) rusak atau panci dalam kondisi penyok, hal ini dapat mengakibatkan perbedaan tekanan dan tutup panci tak rapat. Tahukan, apa yang terjadi bila penutup tidak rapat? Ya, bisa jadi isi panci meledak karena tekanan yang tidak pas. Ada pula panci yang didesain dengan ventilasi terbuka atau katup/pluit bergerak bebas. Jadi berbeda brand, berbeda pula standarnya, karena itu membaca petunjuk pemakaian adalah hal penting yang harus dilakukan sebelum memasak.

Trik Memasak dengan Panci Presto
Namanya juga pressure cooker, pastilah tekanan yang dihasilkan sangat besar sehingga makanan bisa dimasak dengan titik didih tinggi. Ada plus minusnya memasak dengan ini. Di sisi lain, masakan lebih mudah tanak, terutama memasak daging, sup, ketupat, dll, namun tidak bisa ditinggal semenit pun. Kita harus ekstra disiplin soal waktu memasak. Perhitungannya, waktu memasak dengan panci biasa dibagi dua, untuk mendapatkan waktu memasak dengan panci ini. Telat sedikit, rasa dan tekstur masakan bisa rusak. Baiknya memasak dengan panci ini selalu diawasi dan tidak ditinggal.

Isian panci tidak boleh lebih dari 3/4 kapasitasnya. Adakalanya saat memasak untuk jamuan, kita berusaha memasak sebanyak mungkin. Apalagi dengan modal panci presto yang cepat dan praktis. Perlu diingat dalam hukum fisika bahwa tekanan muncul dari bobot yang penuh. Karena itu, berbahaya sekali mengisi panci dalam kondisi penuh apalagi yang dimasak mengandung soup atau cairan. Uap air di panci presto sudah mengisi masakan tersebut dengan uap air. Jika air kebanyakan, maka tutup panci bisa meledak dan isian meluber kemana-mana. Jadi makin repot kan?

Membuka tutup panci dengan cara yang dianjurkan. Usai mematikan kompor, biasanya ada jeda 10-15 menit untuk pendinginan panci. Dalam kondisi baru tanak, panci akan sulit dibuka karena uap panas mendidih di panci memberi tekanan. Karena itu biasanya ada panel uap/ventilasi yang bisa ditekan untuk mengeluarkan uap panasnya dan membuka tutupnya. Jangan paksa tutup terbuka, namun bila kesulitan boleh menyiramkan air dingin ke atasnya sehingga menetralkan panas di tutup panci dan memudahkannya terbuka. 

Demikian cara aman memasak dengan panci presto. Setiap alat punya spesifikasi dan keunggulan tersendiri. Petunjuk penggunaan memandu kita mendapatkan hasil maksimal. Selamat memasak.

Ditulis oleh : Sakinah Annisa Mariz

1 comment

  1. Terima kasih sudah mampir dan memberi komentar di blog saya. Blog walking siap meluncur!

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital