Review Drama Korea Stranger from Hell (Hell Is Other People) 타인은 지옥이다

Poster Film Stranger from Hell.FOTO/en.wikipedia.org
#SakinahMenulis-Tegang! Salah satu sensasi yang paling seru jika menonton film dengan genre Thriller, apalagi kalau berdarah-darah seperti di film Stranger from Hell ini. Kesanku sejak menontonnya di episode awal saja sudah beraaat sekali.

Merasa iba sekaligus khawatir dengan tokoh utamanya, film ini menampilkan potret kehidupan kaum marginal dengan permainan psikologis. Berbagai bentuk kekerasan verbal dan non verbal hadir di sini. Film ini memainkan sisi liar manusia sehingga saya merasa tindak kriminalnya nyaris ala Thriller Box Office lainnya, meski tak separah Saw ataupun Final Destination. Akting para tokoh dan alur cerita yang luar biasa seramnya membuat saya bergidik dan sempat khawatir, menurut saya film ini tidak boleh ditonton untuk anak di bawah umur

Judul : Stranger from Hell (Hell Is Other People) 타인은 지옥이다
Genre : Thriller - Horor - Crime Psikology
Pemain : Im Si Wan (pemeran Yoon Jong Woo), Lee Dong Wook (pemeran Seo Moon Jo), 
Episode : 10 Eps
Skor 1-5 : ⭐⭐⭐⭐4 Bintang


Poster Film Stranger from Hell.FOTO/en.wikipedia.org
Synopsis : K-Drama ini tentang kehidupan Jong Woo, anak muda yang baru saja menerima pekerjaan di kota besar, Seoul. Kehidupannya yang amat memprihatinkan mengharuskannya berhemat. Karena itu, sejak tiba di Seoul, Jong Woo mencari kos-kosan termurah. Seharian lelah mencari, akhirnya Jong Woo tiba di kost Eden. Kost yang sangat aneh, sebab berada di kawasan terpencil dan area yang akan di tata ulang sehingga sangat sepi. Kost Eden dikelola Bibi Eom dengan banyak kamar-kamar tua yang apek dan kotor.

Jung Woo menelusuri lorong-lorong yang lembab dan pengap, lalu melihat satu per satu penghuni kost yang aneh dan selalu berusaha menekannya. Ada seorang pria mesum dengan borgol di kakinya, seorang gagap, seorang preman, lalu pria bermuka dingin. Di awal cerita, orang-orang asing itu diperkenalkan satu per satu dan di sinilah awal pertemuan Jong Woo dengan Dokter Moon Jo. 

Saat Jung Woo merasa begitu sesak dengan suasana kostnya yang suram, dia menemukan buku catatan bunuh diri di kolong kamarnya. Profesinya sebagai penulis cerita horor dan kriminal membuatnya tertantang menyelesaikan cerita di kost itu. Namun malangnya, tekanan dan ketakutan dibunuh penghuni kost yang didapatinya setiap hari sudah menumpuk dan harus ditelannya sendiri. Tak hanya di kost, di masyarakat pun, pria lemah dan miskin seperti Jung Woo selalu dilecehkan dan tak punya teman bicara. Ji Eun, pacar Jung Woo juga tak mendukungnya untuk bebas, kondisi itu membuatnya makin terpuruk. Satu-satunya jalan yang dipilihnya ada membunuh sebelum terbunuh. 

Dari sisi karya seni, film ini sangat menarik karena diperankan oleh aktor/aktris dengan akting yang totalitas, alur yang tak bisa ditebak serta komponen cerita yang menegangkan. Saya sendiri sempat mengambil jeda setiap menontonnya karena merasa terlalu berat. Namun bagi penyuka genre ini akan puas dengan setting kost Eden yang cukup menyesakkan.

Oh ya, akting Lee Dong Wook pemeran Moon Jo yang juga berlakon sebagai Malaikat Maut di Drama Goblin ini juga tidak main-main. Ekspresinya yang dingin, seram dan psikopat membuat imejnya jauh berbeda dengan banyak drama romance yang dimainkannya. Salut.

Nilai Plus : Karakter dan akting Jung Woo serta para pemainnya semua sangat-sangat keren!
Nilai Minus : Jangan berharap mendapat akhir yang bahagia sebab sesuai judulnya, film ini sangat tidak happy ending dan saya merasa memang itulah tujuan kedatangan Moon Jo. Untuk mengacaukan pikiran dan nurani manusia, seperti tertulis di judulnya : Stranger from Hell, sebab orang lain adalah neraka bagimu.


Poster Film Stranger from Hell.FOTO/Viu.com
Nah, sekian pendapat saya soal Drama ini. Kamu sudah atau belum pernah nonton nih? Cerita di kolom komentar ya..

Ditulis oleh : Sakinah Annisa Mariz

1 comment

  1. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar di blog saya. Blogwalking siap meluncur!

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital