Review Drama Thailand Better Off Mine (Oum Rak Game Luang) อุ้มรักเกมลวง

#SakinahMenulis-Thailand Negeri Gajah Putih yang terkenal dengan keindahan panorama alamnya, ternyata juga punya ciri khas tersendiri soal Sinematografinya. Tak hanya terkenal dengan juaranya kisah komedi dan film horor, Thailand juga terkenal dengan serial drama cantiknya yang seru dan romantis. Drama Better Off Mine bisa jadi pilihan saat kita ingin menonton asyik potret kehidupan masyarakat Thailand bergaya post-modern dan kebarat-baratan, di sinilah tempatnya.
  • Judul          : Better Off Mine (Oum Rak Game Luang) อุ้มรักเกมลวง 
  • Genre         : Drama - Marriage - Romance - Friendship 
  • Pemain    : Kob Suvanant Kongying (Pemeran Godchamon/Giew), Pong Nawat Kulrattanarak (pemeran Sibtid), Donut Manatsanun Panlertwongskul (pemeran PinPak), Dom Hetrakul (pemeran Piangpansang) 
  • Negara/Tahun Launching : Thailand, 2020 
  • Sutradara          : Chatkaew Susiwa 
  • Penulis Naskah : Syilak Srisukon 
  • Produser           : Takonkiet Wirawan, Niphon Piwen, GGM One Tv 
  • Episode             : 24 Eps 
  • Skor 1-5             : 3 Bintang ⭐⭐⭐
Synopsis : Kisah ini tentang seorang Sutradara wanita cerdas yang keras kepala bernama Godchamon atau biasa dipanggil Giew. Sebagai wanita modern yang mandiri, Giew sangat tegas dan keras. Uniknya kepribadian Giew berhasil menarik perhatian Sibtid, Sang Cassanova Kampus yang terkenal Playboy.

Sibtid dan Giw pun menjalin hubungan yang lama, namun karena suatu peristiwa mereka putus. Peristiwa Sibtid memutuskan Giew sangat tragedi sebab dia menyumpahi Giew di depan semua orang kalau mantan pacarnya itu bakal hidup jomblo selamanya karena kesal dengan kepribadiannya. Hal itu membuat Giew trauma dan sangat membenci Sibtid.

Tahun berganti, Godchamon/Giew sudah menjadi seorang Sutradara sukses yang terkenal di Thailand. Dia hidup mewah dan stylish dari hasil kerjanya sendiri, tanpa bergantung pada siapapun. Dua sosok yang dekat dengan Giew hanyalah asistennya Arther dan temannya yang Gay Piangpansang/Piang. Piang ini anak konglomerat dan punya banyak properti. Hanya saja, ayahnya sudah tua selalu mendesak dan meminta Piang agar menikah dan segera memberinya cucu. Ayahnya tak tahu kalau anaknya penyuka sesama pria. Karena itu, Piang mengajak Giew untuk saling bermuslihat dengan pernikahan palsu. Mereka pura-pura menikah dan berencana untuk memiliki anak dari hasil bayi tabung, demi menyenangkan Ayah Piang.

Seperti yang kita tahu, Thailand termasuk negara dengan komunitas LGBT yang subur. Meski demikian, tidak semua masyarakat menyetujui gagasan itu. Drama ini memuat perbedaan pandangan masyarakat konvensional dan masyarakat modern Thailand tentang LGBT. Meski disajikan dengan fakta pro-kontra, film ini lebih menitikberatkan soal hubungan saling memahami antar manusia. Bukan pada paham LGBTnya.

Sementara itu, Sibtid sudah menjadi seorang Presenter dan Produser sukses. Sibtid menikah dengan Pinpak, wanita manja dan lembut yang sangat bertolak belakang dengan Giew/Godchamon. Kehidupan pernikahan mereka sempurna, hanya saja, bertahun menikah, Pinpak belum juga berhasil hamil. Karena itu, Pinpak dan Sibtid berencana membuat program kehamilan di sebuah klinik. Mereka mengatur waktu dan siap untuk program bayi tabung.

Pertemuan mereka di klinik cukup mengejutkan Giew maupun Sibtid. Ternyata klinik itu mempekerjakan Amy, istri dari mantan pacar Giew. Sebelum nekat menikah dengan Piang, Giew sempat punya pacar, namun pacarnya itu malah menikahi orang lain. Giew tak menyangka, pengantin wanita di pesta pernikahan mantannya yang sudah dikacaukannya itu ternyata Amy. Diam-diam Amy menaruh dendam pada Giew dan berusaha mengacaukan program bayi tabungnya.

Ternyata istri Sibtid, Pinpak sangat lemah sehingga dia hanya punya satu kesempatan. Melihat itu Amy jadi kasihan dan membandingkan dengan kondisi Giew yang subur dan kuat. Timbul niat jahat Amy untuk menukar embrio milik Sibtid-Pinpak ke rahim Giew, sementara embrio Giew-Piang ke rahim Pinpak. Setelah menukar embrio, Amy kabur dengan suaminya ke luar negeri. Balas dendamnya berjalan mulus.

Masalah muncul ketika pihak Klinik melihat rekaman CCTV. Mereka sangat terkejut mengetahui bahwa Giew dan Pinpak bertukar bayi. Mendapati kenyataan itu, Giew sangat sedih harus mengandung bayi mantan pacarnya Sibtid, sementara Pinpak sangat berharap Giew membesarkan kandungannya dengan baik. Pinpak tidak punya harapan lagi selain embrio dalam kandungan Giew. Karena itu, dengan sangat terpaksa, mereka malah membesarkan bayi masing-masing. Parahnya, dalam kondisi hamil, Giew juga harus membantu Sibtid untuk menyelesaikan project filmnya. Pinpak yang cemburu harus mengikhlaskan mantan pacar suaminya mengandung anak mereka, serta menyelamatkan suaminya Sibtid dari kebangkrutan. Sebab hanya Giew yang bisa menjadi Sutradara film itu.


Sembilan bulan berlalu, bayi Sibtid-Pinpak yang dikandung Godchamon ternyata berjenis kelamin perempuan. Sementara bayi Giew-Piang yang dikandung Pinpak berjenis kelamin laki-laki. Semuanya sangat gembira menyambut kelahiran bayi masing-masing. Namun Giew, dalam perjuangan kehamilannya tidak mudah. Dia mengalami kecelakaan dan berjuang hidup-mati melahirkan bayi Sibtid. Parahnya setelah bayi itu lahir, Giew satu-satunya orang yang ditinggal sendiri. Piang pergi membesarkan bayinya dengan pacarnya Bob. Sibtid dan Pinpak akan pergi dengan anak mereka sendiri. Giew sangat sedih dan merasa kembali ke titik nol kehidupannya. Saat Giew sudah menyerah dengan hidupnya, ternyata di situlah banyak cinta yang baru menghampiri Giew dan mengubah hidupnya.

Ada keseruan, kesedihan, kelucuan dan emosi campur aduk saat menonton drama ini. Pada mulanya, penonton akan merasa karakter Godchamon yang diperankan Kob Suvanant Kongying ini menyebalkan, egois dan angkuh. Namun seiring berjalannya cerita, Giew adalah sosok yang paling waras dan selalu mengalah dalam situasi sulit. Pinpak yang lembut dan lemah malah terkesan jahat dan picik yang selalu menyiksa Godchamon dengan standar baik yang dibuatnya sendiri. Film ini menampilkan konflik batin yang memperlihatkan bahwa prinsip benar atau salah itu relatif, sangat bergantung pada konteksnya dan kebenaran sejati adalah kejujuran dan ketulusan. Dalam film ini, setiap karakter membawa pesannya sendiri tanpa mengajari.
  • Nilai Plus : Punya Ending yang jelas dan memuaskan (Happy Ending). Saya sangat berkesan ketika di bagian Sibtid bisa mendoakan Giew untuk bahagia. Dari pacar - mantan - sahabat, sungguh ikatan yang kuat. 
  • Nilai Minus : Awalnya saya ingin kasih bintang 4, tapi berhubung di drama ini banyak sekali pengulangan kejadian, misalnya saat Giew melamun alur Falshbacknya menurut saya terlalu lama dan membosankan. Dalam setiap episode selalu ada alur mundur, tidak masalah sih kalau untuk mejahit cerita agar semakin lengkap, tapi menurut saya berputar-putar di masa lalu itu membosankan. (Pendapat pribadi ya)
Baik, sekian pendapat saya soal Drama ini. Kamu sudah atau belum pernah nonton nih? Share di kolom komentar yuk.

Ditulis oleh: Sakinah Annisa Mariz

1 comment

  1. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar di blog saya. Blogwalking siap meluncur!

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital