Resensi Film: Pagar Kawat Berduri Direstorasi Pusbang Film Kemendikbud RI

www.kinamariz.com
Film Pagar Kawat Berduri
#SakinahMenulis-Karya sastra adalah fiksi yang berangkat dari realita. Demikian adanya sehingga tak heran, pilihan tema dalam sejarah karya sastra, musik, tari, rupa, hingga sinematografi di Indonesia pun kerap berwarna perjuangan melawan penjajahan. Salah satu bentuk karya anak bangsa adalah film Pagar Kawat Berduri. Film berdurasi 123 menit dan dibuat pada tahun 1961 ini disutradarai oleh Asrul Sani dan ditulis naskahnya oleh Asrul Sani, Wahyu Sihombing, Trisnojuwono.

Sebagai film sejarah yang bermuatan kebangsaan, Pagar Kawat Berduri kemudian mendapat perhatian dari pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Pusat Pengembangan (Pusbang) Perfilman yang bekerjasama dengan Sinematek dan PT Render, akhirnya memutuskan untuk merestorasi film ini pada tahun 2017.
www.kinamariz.com
Film Pagar Kawat Berduri Screening di Medan
Film ini diperankan oleh Sukarno M Noor, Ismed M Noor, Bernard Ijzerdraat, Wahab Abdi, Mansjur Sjah. Ide dasarnya bermula dari cerita pendek (Cerpen), yang dikembangkan menjadi Skenario Film dan setelah film jadi, Trisnojuwono menjadikannya novel. Dengan warna Hitam Putih, film berbahasa Indonesia ini bercerita tentang pejuang yang ditahan paksa di sebuah kamp konsentrasi milik Belanda. Kamp konsentrasi itu sangat ketat penjagaannya dan brutal terhadap warga yang ingin meloloskan diri. Di sepanjang kamp dikelilingi kawat berpagar duri yang dijaga selama 24 jam.

Masalah muncul saat Parman (Sukarno M Noor) yang justru bersahabat dengan perwira Belanda bernama Koenen (B Ijzerdraat). Tanpa sepengetahuan temannya, Herman dan Toto, Parman mendekati Koenen dengan maksud mencari informasi untuk meloloskan para tawanan. Ternyata posisi Parman yang bersahabat dengan Belanda menimbulkan kecemburuan dari tahanan lainnya. Parman disangka penjilat Belanda, hingga dia berencananya untuk mengorbankan dirinya untuk membebaskan teman-temannya. Singkat cerita, rencananya berjalan mulus, namun kegaduhan terjadi di kamp. Koenen memutuskan bunuh diri, sementara Herman kabur dan Toto tertembak. Satu per satu kekacauan terjadi dan karena itu, Parman yang disangka sebagai otak pelakunya akhirnya harus mati. Film ini berakhir tragis meski di cerita diselingi kisah-kisah lainnya yang menarik.

www.kinamariz.com
Nonton Bareng Film Pagar Kawat Berduri di Medan
Saya dan teman-teman sineas menonton pemutaran film restorasi ini di CGV Focal Point Medan, pada Kamis (31/05/2018). Screening dan Diskusi Film Hasil Restorasi ini diselenggarakan oleh Manuprojectpro Indonesia, atas dukungan Pusbang Film Kemendikbud RI, Sinematek dan PT Render. Puluhan penikmat film di Kota Medan hadir dan berdiskusi di acara ini. Dengan suara khas kemerosak film lama, tampilan hitam putih, dan durasi film yang lama, film ini cocok untuk penonton dewasa.

www.kinamariz.com
Nonton Bareng Film Pagar Kawat Berduri
Restorasi yang dilakukan Pusbang Film yaitu dengan memindahkan materi film dari bentuk seluloid ke bentuk digital. Hal ini dijelaskan oleh Staf Pengarsipan Film Pusbang Film Kemendikbud Panji Wibisono dan Pelaksana Restorasi Film Rizka Fitri Akbar.

"Film ini di Indonesia pertama kali Screening di Medan. Problemnya tidak bisa tayang di seluruh kota karena bentuk filmnya, durasi, efisiensi pembiayaan, sasaran penonton, dll," jelas Panji di sela-sela berdiskusi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan bagi instansi atau institusi pendidikan yang ingin menayangkan film ini boleh meminta salinannya dan meminta izin dari Pusbang Film. 

Dijelaskannya, Film yang akan direstorasi Kemendikbud RI ada 6 kriterianya :
1. Kondisi fisik film memungkinkan untuk direstorasi
2. Sutradara film tersebut bisa mewakili zamannya
3. Film memiliki nilai sejarah di zamannya
4. Film memiliki nilai insliratif bagi pengembangan pendidikan karakter
5. Film yang sudah pasti tidak akan direstorasi oleh pemilik Copyrightnya. Karena sejak 50 ditayangkan dan tidak ada pelestarian, konten film menjadi milik publik.
6. Kondisi negatif film yang masih bisa dibaca perangkat

Diskusi dan Screening ini didukung oleh Kabid Kesenian Disbud Medan Yulinar MHum, Kapusbang Film Kemendikbud, dan Kasubbid Film Rozali Mukhtar SSos.

www.kinamariz.com
Bersama Teman-teman di Screening Film Pagar Kawat Berduri
www.kinamariz.com
Film Pagar Kawat Berduri : YouTube.com

Ditulis oleh : Sakinah Annisa Mariz

1 comment

  1. Silahkan untuk berkomentar, namun ingat ya link hidup tidak diperkenankan diletak sembarangan di sini. Insya Allah saya siap kok blog walking tanpa harus nempel-nempel backlink. Ok. Thanks

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih.

Literasi Digital